Pilihan Bahasa
idarzh-CNenfrdeitjakoruesth

User's Blog

Super User

Super User

Bandung - Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Besar Keramik (BBK), Jumat (14/01/22) pagi.

Balai Besar Keramik adalah unit pelaksana teknis di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian. Sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor: 40/M-IND/ PER/ 6/ 2006 tanggal 29 Juni 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Keramik, Balai Besar Keramik (BBK) adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Departemen Perindustrian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Balai Besar Keramik mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri keramik sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri.

Naskah MoU ditandatangani langsung oleh Direktur Politeknik Pos Indonesia, Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. dan Kepala Balai Besar Keramik, Azhar Fitri, dengan disaksikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) Dr. Cahyat Rohyana, SE., MM. beserta para pengurus YPBPI.

Penandatangan MoU tersebut bertujuan untuk menyinergikan potensi dan sumber daya yang dimiliki kedua belah pihak guna penyelenggaraan kerja sama dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan Politeknik Pos Indonesia. 

 

Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. mengatakan, ada tiga ruang lingkup yang disepakati dengan Balai Besar Keramik.

 

"Nota Kesepahaman ini mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, penyelenggaraan MBKM. Dan tidak menutup kemungkinan kerja sama lain yang disepakati oleh para pihak kemudian secara tertulis dalam bentuk perjanjian," jelasnya.

Ketua YPBPI Dr. Cahyat Rohyana, SE., MM. dalam kesempatan tersebut mengapresiasi dan berterima kasih kepada Balai Besar Keramik. Ia mengharapkan, MoU yang sudah disepakati bersama Balai Besar Keramik dapat diimplementasikan dengan baik. Dia tak ingin penandatanganan MoU sebatas seremoni belaka. Sebab, yang terpenting yakni komitmen untuk menerapkan poin-poin kerja sama, khususnya untuk mendukung program MBKM di Politeknik Pos Indonesia.

"Seperti yang selalu disampaikan sebelumnya, bahwa MoU jangan berhenti di penandatanganan saja. Ini harus dilakukan. Apalagi sekarang ini harus ada link and match antara industri dengan perguruan tinggi," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Keramik, Azhar Fitri, mengungkapkan terima kasih kepada Poltekpos atas terselenggaranya acara penandatanganan MoU ini.

Azhar mengutarakan, pihaknya akan mendukung penuh pengembangan kemampuan mahasiswa Poltekpos, terutama di bidang praktik kerja industry atau Internship.

Sebab, saat ini mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, namun juga harus memahami pengimplementasian ilmu yang didapat selama kuliah.

"Memang ini penting. Barangkali nanti antara Poltekpos bisa mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di tempat kami. Dan, nanti hasil risetnya juga bisa bermanfaat bagi apa yang kami kerjakan dan bagi mahasiswa," ucap Azhar.

Bandung - PT Pos Indonesia (Persero) melakukan seleksi karyawan melalui Program beasiswa Ikatan Dinas (PosID) khusus untuk mahasiswa Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) Intake Diploma-III(D3) dan Diploma-IV(D4). Pada program ini, mahasiswa yang lolos seleksi akan diberikan beasiswa untuk 2 semester akhir dan langsung direkrut untuk menjadi karyawan di PT Pos Indonesia.

Direktur Politeknik Pos Indonesia, Dr. Ir Agus Purnomo, MT. mengatakan Program ini diikuti sebanyak 301 mahasiswa, yang lolos seleksi administrasi sebanyak 75 mahasiswa dan yang lolos medical check up sebanyak 16 orang.

“Peserta program Ikatan Dinas adalah mahasiswa semester 5 untuk Program Studi D3 atau semester 7 untuk Program Studi D4 yang berasal dari seluruh Progam Studi dilingkungan Poltekpos,” Katanya.

“Selama menjalani Program Ikatan Dinas, PT Pos Indonesia akan menanggung biaya kuliah semester 5 dan 6 untuk Program Studi D3 dan semester 7 dan 8 untuk Prodi D4, uang saku, akomodasi. Bila lolos evaluasi akhir pada program ini, maka akan direkrut menjadi karyawan PT Pos Indonesia,” Tuturnya.

Ka. Bag. Kemahasiswaan Politeknik Pos Indonesia, Roni Andarsyah, ST., M. Kom. mengatakan hal ini tentu jadi kabar gembira bagi para calon mahasiswa yang belum mendapatkan perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikan.

“Seleksi Rekrutmen Karywan PT Pos Indonesia (Persero) Melalui Program Ikatan Dinas (PosID) sudah dibuka di tahun 2021 dan kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Beasiswa persembahan PT Pos Indonesia ini diperuntukkan bagi putra-putri terbaik bangsa, yang mengenyam pendidikan di Politeknik Pos Indonesia dan langsung di rekrut oleh PT Pos Indonesia,” Katanya.

Merangkum dari akun Instagram CDC Politeknik Pos Indonesia, Seleksi Rekrutmen Karywan PT Pos Indonesia (Persero) Melalui Program Ikatan Dinas (PosID) ini memiliki beberapa persyaratan, antara lain:

  1. Mahasiswa Aktif Politeknik Pos Indonesia
  2. Mengisi Surat lamaran Program Ikatan Dinas (PosID)
  3. IPK ≥ 3.00
  4. Nilai TOEFL ≥ 475
  5. Tidak pernah mendapatkan sanksi akademik
  6. Sudah menyelesaikan kewajiban administrasi keuangan semester sebelumnya
  7. Melampirkan surat rekomendasi tertulis dari dosen wali tentang sikap, keterampilan, kepemimpinan, komitmen, kreatifitas, dan komunikasi yang baik
  8. Melampirkan portofolio yang berisi rekam jejak baik di bidang akademik maupun non akademik

Demikian diungkapkan Humas Politeknik Pos Indonesia, M. Rizal Satria, SE., M. Ak., Ak., CA., bahwa Politeknik Pos Indonesia sudah mendapatkan akreditasi kampus B BAN-PT serta memiliki 10 program studi yang terbagi menjadi Diploma 3 dan Diploma 4 yaitu, Logistik Bisnis, Manajemen Bisnis, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Akuntansi dan E-Commerce Logistics.

“Bagi para calon mahasiswa yang sedang menempuh kelas 12 SMA/SMK/Sederajat, ini merupakan tawaran yang sangat menarik. Menjadi mahasiswa Poltekpos berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa, serta langsung di rekrut juga oleh PT Pos Indonesia,” Katanya.

Terdapat banyak jalur pendaftaran untuk bergabung menjadi mahasiswa di Politeknik Pos Indonesia. Untuk lebih lengkapnya dapat kunjungi https://pmb.poltekpos.stimlog.ac.id/

 

Bandung - PT Pos Indonesia (Persero) melakukan seleksi karyawan melalui Program magang khusus untuk lulusan Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) tahun 2020 dan 2021. Pada program ini, lulusan yang lolos seleksi akan ditempatkan untuk menjadi calon tenaga supervisor di PT Pos Indonesia.

Direktur Politeknik Pos Indonesia, Dr. Ir Agus Purnomo, MT. mengatakan lulusan Poltekpos di tahun 2020 adalah sebanyak 700 orang, dan tahun 2021 sebanyak 500 orang. Bagi para lulusan Poltekpos di tahun tersebut yang belum bekerja, dapat mencoba kesempatan untuk bergabung pada program ini.

“Peserta program Pemagangan ini diperuntukan bagi lulusan Poltekpos Intake D3 dan D4 yang berasal dari seluruh Progam Studi dilingkungan Poltekpos,” Katanya.

“Selama menjalani Program Ikatan Dinas, PT Pos Indonesia akan menanggung uang saku dan akomodasi. Bila lolos evaluasi akhir pada program ini, maka akan direkrut menjadi karyawan PT Pos Indonesia,” Tuturnya.

Ka. Bag. Kemahasiswaan dan Alumni Politeknik Pos Indonesia, Roni Andarsyah, ST., M. Kom. mengatakan hal ini tentu jadi kabar gembira bagi para lulusan Politeknik Pos Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan.

Merangkum dari akun Instagram CDC Politeknik Pos Indonesia, Pemagangan Lulusan Politeknik Pos Indonesia dalam rangka rekrutmen karyawan PT Pos Indonesia (Persero), antara lain:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk.
  2. Lulusan Politeknik Pos Indonesia program D3 dan D4 tahun 2020 dan 2021.
  3. IPK ≥ 3.00
  4. Nilai TOEFL ≥ 450
  5. Usia pada 1 Desember 2021; D3 tidak lebih dari 25 Tahun, D4 tidak lebih dari 27 tahun.

Bagi para calon mahasiswa yang sedang menempuh kelas 12 SMA/SMK/Sederajat, jangan ragu lagi untuk menjadi mahasiswa Politeknik Pos Indonesia, kalian berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa, serta langsung di rekrut juga oleh PT Pos Indonesia.

Demikian diungkapkan Humas Politeknik Pos Indonesia, M. Rizal Satria, SE., M. Ak., Ak., CA., bahwa Politeknik Pos Indonesia sudah mendapatkan akreditasi kampus B BAN-PT serta memiliki 10 program studi yang terbagi menjadi Diploma 3 dan Diploma 4 yaitu, Logistik Bisnis, Manajemen Bisnis, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Akuntansi dan E-Commerce Logistics.

Terdapat banyak jalur pendaftaran untuk bergabung menjadi mahasiswa di Politeknik Pos Indonesia. Untuk lebih lengkapnya dapat kunjungi https://pmb.poltekpos.stimlog.ac.id/

Dilansir dari laman https://jabar.tribunnews.com

Strategi dan arah Pendidikan saat ini adalah bagiamana menciptakan mahasiswa yang memiliki kemampuan berupa knowledge, skills dan attitudes serta mampu menerapkan teknologi digital (AI, IoT, Data, IM dan VM). Untuk meningkatkaan kemampuan itu, salah satunya adalah dengan menciptakan Ekosistem Kewirausahaan di lingkungan kampus. Politeknik Pos Indonesia telah berupaya membekali mahasiswa dengan soft skills, terutama entrepreneurial skills dan memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk memulai berwirausaha.

Program Penguatan Ekosistem Kewirausahaaan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) Direktorat Jendral Vokasi Kemitraan Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 2021 telah memberikan kesempatan dan kepercayaan bagi Politeknik Pos Indonesia sebagai peserta program kegiatan tersebut. Dalam hal ini sekaligus merupakan bagian dari strategi pendidikan di Politeknik Pos Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan dilingkungan kampus. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, penyusunan rencana bisnis dan pendampingan usaha. Program ini akan semakin berkembang dan diminati dengan adanya kerjasama lembaga perguruan tinggi dengan mitra DUDI. Serta diaharapkan dapat Membangun Mindset Kewirausahaan Mahasiswa di Era Digital melalui Model Inkubasi Ekosistem Kewirausahaan di Perguruan Tinggi Vokasi yang menjadi topik kegiatan ini.

Model Inkubasi Ekosistem Kewirausahaan
Model Inkubasi Ekosistem Kewirausahaan ()

Dr. Prety Diawati, S.Sos., M.M. sebagai ketua pelaksana menyampaikan, “Politeknik Pos Indonesia selalu aktif dalam kegiatan kompetisi kewirausahaan di tingkat nasional dan mampu meluluskan tim wirausaha mahasiswa untuk berlaga di Nasional. Melalui motivasi ini, diharapkan program kewirausahaan yang terlaksana akan mampu melahirkan Wirausaha Muda yang dapat membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan produk dan jasa yang bermanfaat bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi pendamping dan pendorong ekonomi UMKM. Program ini dibuat selaras dengan program-program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia lainnya. Sehingga terbentuklah ekosistem kewirausahaan yang mendukung pengembangan Wirausaha baru.” Ujarnya.

Dalam rangka mengoptimalkan penguatan ekosistem kewirausahaan Politeknik Pos Indonesia dilaksanakan beberapa program secara berkelanjutan, yang dimulai dari Focus Group Discussion (FGD) (14/09/21) yang dilaksanakan secara hybrid. FGD ini diikuti oleh dosen serta beberapa mitra DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), dengan pembahasan mengenai penyelarasan penyelenggaraan mata kuliah kewirausahaan yang berasas program kemitraan dengan DUDI. Selanjutnya masih dilaksanakan secara hybrid, mengenai pembahasan Pembekalan tim kerja dan pelatihan bagi para tenant (20/09/21). Kegiatan pun dilanjutkan dengan Workshop dan Webinar series.

Dalam pengimplementasian program yang telah dirancang, Politeknik Pos Indonesia mengajak mahasiswanya yang tengah merintis dan menjalankan usaha untuk mengikuti Boot Camp Kewirausahaan (1-16/10/21) yang terdiri dari 30 Tim (yang sudah diseleksi) dan menghasilkan 6 tim tenant terpilih. Dalam boot camp ini Politeknik Pos Indonesia menggandeng pakar-pakar bisnis terkemuka sebagai narasumber agar tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai. Kegiatan perdana boot camp yang bertujuan memupuk semangat serta ketertarikan dalam kewirausahaan yaitu dilaksankaan Webinar Motivasi dan Mindset Kewirausahaan yang dibawakan oleh Dr. Prety Diawati, S.Sos., M.M.

Selain webinar, workshop dan boot camp juga dibarengi dengan beberapa pelatihan diikuti oleh 80-100 mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan edukasi seputar dunia kewirausahaan yang didalami secara mendetail, sehingga dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan usahanya. Pelatihan tersebut dibagi menjadi beberapa poin bahasan yang dianggap krusial dalam pengembangan bisnis, di antaranya Pelatihan Inovasi Kreatifitas dalam usaha & Inovasi Produk (Dr. Prety Diawati S.Sos. MM. dan Bambang Triputranto, SE., MM.), Model Ekosistem Kewirausahaan & Model Inkubasi Produk Inovasi (Dr. Erna, ST., MT. dan M. Yusril Helmi S, S.Kom., M.Kom.), Competitive Advantage & Product Development (Suparno Saputra, SE., MM. dan Bheben Oscar, S.MB., MM.), Pendaftaran Calon Tenant dan Sosialisasi Aplikasi Inkubasi Kewirausahaan (Suparno Saputra, SE., MM. dan Marwanto Rahmatuloh, ST., MT.), Inkubasi Produk (Bayu Aji Satriadi (Komisaris Pt. Zabran Internasional Grup)), Kegiatan Pendampingan Bisnis Pasca Inkubasi (Suparno Saputra, SE., MM. dan Dr. Ir. Agus Purnomo, MT.), Sertifikasi Produk, Kelayakan Produk Untuk Tenant, Partisipasi Pendampingan Bagi Tenan (Dr. Erna, ST., MT., Bambang Triputranto SE., MM dan Hilman Setiadi, S.Pd., S.E., M.T.), Permodalan, Aspek Pasar & Marketing, Paten & Hak Cipta (Edi Supardi, SE., MM., Dr. Prety Diawati, S.Sos., M.M dan M. Yusril Helmi, S,S.Kom., M.Kom.).

Tidak berhenti sampai disitu, kegiatan boot camp ini berlanjut hingga akhir bulan November, yang kerap dilengkapi dengan pembekalan materi tentang Pelatihan Manajemen Keuangan, Branding Produk, Pelatihan Dunia Usaha dan Keberlanjutan Usaha. Dengan adanya kegiatan ini pula, diharapkan dapat memberikan edukasi, inspirasi serta tips dan trik bagi mahasiswa Politeknik Pos Indonesia dalam membentangkan sayap di dunia bisnis.

Pelaksanaan Program penguatan ekosistem kewirausahaan yang didanai oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. ini selanjutnya menghasilkan pemenang yang terdiri dari 3 kategori kompitisi dengan total hadiah Rp. 30.000.000,00:

Juara Kompetisi Business Plan
Juara Kompetisi Business Plan ()

Kompetisi Business Plan
Juara 3 : Dani Al Mantinu
Juara 2 : ilham nurgali
Juara 1 : Fadl Ahmad Shiddieq

Juara Kompetisi Inovasi Produk
Juara Kompetisi Inovasi Produk ()
 

Kompetisi Inovasi Produk
Juara 3 : Rosa Nabila
Juara 2 : Aprillia Wulandari Shiddieq
Juara 1 : Elyadi Jahid Palupi

Kompetisi Karya Tulis
Juara 4 : Ririn Purwanjari
Juara 3 : Dira Melyona
Juara 2 : Anisa Wulan Fitriani
Juara 1 : Dwi Nurbaiti

Juara harapan 3 : Syifa Nabila Alifiani
Juara harapan 2 : Rosa Fitri Nabila
Juara harapan 1 : Riama Christina Siallagan

Direktur Politeknik Pos Indonesia, Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan program ekosistem kewirausahaan ini, mengingat pemerintah pun sedang sangat kuat mendorong upaya bersama untuk mengurangi tingkat pengangguran berpendidikan. “Tentulah hal ini dilakukan dengan berbagai usaha salah satunya melalui penguatan ekosistem kewirausahaan yang hari ini dilaksanakan. Upaya kita bersama agar mahasiswa kedepannya bukan mencari kerja namun menciptakan lapangan kerja salah satunya adalah dilakukan dengan menumbuhkan minat dan semangat berwirausaha mahasiswa sehingga akan semakin kuat tumbuh dan berkembangnya melalui inovasi dan kreatifitas.” Ujarnya.

Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Politeknik Pos Indonesia Lahirkan Wirausaha Muda
Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Politeknik Pos Indonesia Lahirkan Wirausaha Muda ()

Ketua pelaksana Dr. Prety Diawati, S.Sos., M.M. mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Pihak Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi karena telah mendukung sepenuhnya kegiatan penguatan ekosistem kewirausahaan di Politeknik Pos Indonesia.

Sebagai informasi, dari 59 proposal peserta (Perguruan Tinggi Vokasi) pihak Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) Direktorat Jendral Vokasi Kemitraan Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah melakukan desk evaluation dengan menetapkan 32 PTPPV calon pang untuk seleksi tahap 2.

Pihak Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) Direktorat Jendral Vokasi Kemitraan Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melakikan penilaian akhir terhadap 32 PTPPV (yang mengikuti seleksi tahap 2), dengan menetapkan 23 PTPPV yang lolos seleksi sebagai penerima/pengampuh Program Penguatan Ekosistem Kewirausahaan PRPPV Tahun 2021.

“Hal ini merupakan kebanggan sekaligus prestasi bagi kami Kamapus Politeknik Pos Indonesia menadapat kesempatan, kepercayaan dan apresiasi, kami menghaturkan terimaksih yang tak terhingga kepada pihak Program Penguatan ekosistem kewirausahaaan Pergutuan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV). Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) Direktorat Jendral Vokasi Kemitraan Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi 2021.” Sambungnya.

Untuk info lengkap dapat mengunjungi laman https://wirausaha.poltekpos.ac.id/

Bandung (16/11/2021) - Sidang Terbuka Senat Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) dengan agenda wisuda Ahli Madya dan Sarjana Tahun Akademik 2020/2021 diselenggarakan pada Selasa (16/11). Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi saat ini, wisuda Poltekpos dilaksanakan secara daring, melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal Youtube PoltekposTV.

Deputi Wakil Direktur I Marwanto Rahmatuloh, ST., MT. menyampaikan bahwa Wisuda tahun 2020/2021 ini Poltekpos meluluskan 519 wisudawan yang terdiri dari 211 lulusan jenjang Ahli Madya (D3) dan 308 lulusan jenjang Sarjana Terapan (D4). Hingga saat ini Poltekpos sudah meluluskan 9.626 alumni.

Direktur Poltekpos, Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. dalam sambutannya merasa bangga kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikannya di Politeknik Pos Indonesia.

“Mewakili civitas akademika Politeknik Pos Indonesia saya mengucapkan selamat atas wisuda diploma dan sarjana terapan. Setelah menjalani studi kurang lebih 3 tahun untuk Program Ahli Madya dan kurang lebih 4 tahun untuk Program Sarjana Terapan, dengan ketekunan, keuletan, jerih payah, serta dukungan dan doa dari keluarga, Anda hari ini berhasil menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar akademik di Politeknik Pos Indonesia,” ujarnya.

“Lulusan Poltekpos kini tersebar di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional, baik itu di dalam negeri maupun mancanegara. Poltekpos menjadi lumbung untuk terus mencetak talenta-talenta terbaik. Secara konsisten, Poltekpos juga terus berinovasi agar mampu menjawab berbagai tantangan masa depan dan relevan terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Turut memberikan sambutan dari PLT LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Ir. Dharmita Chandra, M.Si. berpesan kepada para wisudawan untuk dapat mempertahankan kompetensi yang diperoleh selama kuliah di Politeknik Pos Indonesia.

“Wisuda ini menyatakan anda telah berhasil menguasai kompetensi (ilmu pengetahuan, keterampilan dan karakter) yang dibutuhkan oleh lapangan kerja pada program studi masing-masing. Dengan bekal kompetensi inilah anda harus siap untuk bersaing di dunia usaha dan dunia industri. Namun kita semua menyadari bahwa tantangan pasca wisuda sangatlah berat. Untuk menghadapi tantangan tersebut, para lulusan harus mempertahankan kompetensi yang diperoleh selama kuliah serta secara berkesinambungan untuk mengasah dan meningkatkan kompetensi tersebut sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan ekonomi, sosial dan budaya sehingga anda selalu siap bersaing baik dalam skala nasional, regional maupun global,” Ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Dr. Ir. Faizal R. Djoemadi, M.Sc. mengucapkan selamat kepada para wisudawan-wisudawati, yang mulai hari ini secara resmi telah berhasil meraih gelar akademik Ahli Madya dan Sarjana Terapan.

“Walaupun Ananda telah menyelesaikan pembelajaran di tingkat diploma dan sarjana, bukan berarti ananda berhenti belajar. Carilah ilmu dan pengetahuan di mana saja tanpa henti. Berkaryalah untuk memberi kebermanfaatan masyarakat luas.” Jelasnya.

Turut hadir serta memberikan sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia, Dr. Cahyat Rohyana, SE., MM. “Selamat kepada wisudawan dan wisudawati, semoga sukses menempuh tantangan kehidupan kedepan. Jadilah generasi yang tangguh, kreatif dan inovatif sehingga tantangan apapun yang dihadapi dapat diatasi dengan baik. Para lulusan harus memiliki jiwa entrepreuneur sehingga bias menjadi pengusaha, sebab salah satu indicator negara maju adalah seberapa banyak pengusahanya. Dalam dunia bisnis saat ini telah banyak start up bermunculan yang didominasi oleh kaum mileneal.” Tegasnya.

Ucapan selamat juga diberikan oleh Direktur SDM dan Umum PT Pos Indonesia (Persero), Tonggo Marbun “Selamat kepada wisudawan dan wisudawati Politeknik Pos Indonesia, semoga ini menjadi awal yang baik untuk meniti karir dan kesuksesan. Tetap semangat untuk meraih semua cita-cita.” Ujarnya.

Selain itu Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia Sidharto Reza Suryodipuro turut mengucapkan selamat kepada para wisudawan Politeknik Pos Indonesia. “Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati Politeknik Pos Indonesia, Semoga bisa menjadi pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa.” Jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemanggilan seluruh wisudawan dan wisudawati, yang diikuti dengan pembacaan janji lulusan oleh Mokhammad Hilmi Adani, A.Md.Log, dan penyampaian perpisahan wisudawan oleh Vira Pertiwi, AM.d. Ak.

Terakhir, upacara ditutup dengan doa syukur atas keberhasilan para wisudawan dan wisudawati. Meski diselenggarakan dalam kesederhanaan, wisuda daring kedua di Poltekpos ini diharapkan tetap berkesan bagi para wisudawan dan wisudawati.

 

Bandung, 08 November 2021 - Dalam rangka meningkatkan mutu lulusan, Politeknik Pos Indonesia selalu berusaha melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi Lainnya. Dalam pelaksanaannya Politeknik Pos Indonesia melakukan penandatanganan MoU dengan Politeknik Penerbangan Jayapura. Senin, 08 November 2021 di Center Of Technology Politeknik Pos Indonesia.

 

Penandatangan MoU antara Direktur Politeknik Pos Indonesia (Dr. Ir. Agus Purnomo, MT.) dengan Direktur Politeknik Penerbangan Jayapura (Benny Suherman., S.SI.T., S.E., M.SI.). KEgiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur 1 Poltekpos (Dodi Permadi, ST., MT.), Wakil Direktur 3 Poltekpos (Hilman Setiadi, S.Pd., SE., MT.), Deputi Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama (Roni Andarsyah, ST., M. Kom.), Ka. Humas Poltekpos (M. Rizal Satria, SE., M.Ak., Ak., CA.), Kepala Bagian Keuangan Dan Umum (Yani Yudha Wirawan., S.SI.T., M.T.), Kepala Unit Kerjamasa Politeknik Penerbangan Jayapura (Hendrick P. Yudha), dan dosen serta staff lainnya dari Politeknik Penerbangan Jayapura.

 

 

Tujuan Kerjsama ini mencakup Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian Kepada Masyarakat guna meningkatkan mutu lulusan dan untuk mencerdaskan generasi muda Indonesia.

MoU antara Ditjen Kerja ASEAN dengan Poltekpos sebagai Pusat Studi ASEAN dalam bidang Logistics, Supply Chain Management and E-Commerce dan Kuliah Perdana Mahasiswa baru POLTEKPOS. Memasuki tahun akademik 2021/2022, Politeknik Pos Indonesia akan menggelar tradisi tahunan yakni Kuliah Perdana yang masih diselenggarakan secara daring, karena resiko terpapar covid-19 masih tinggi. Penandatanganan MoU dilanjutkan dengan Kuliah perdana secara daring dengan rincian agenda kegiatan sebagai berikut:

  1. Tema: Logistics, Supply Chain, and E- Commerce in ASEAN
  2. Hari/Tanggal : Jum'at, 24 September 2021
  3. Pukul : 14.00 s/d Selesai
  4. Narasumber : Bapak Berlian P.H Situngkir - Direktur Kerja Sama ASEAN dan Ibu Siti Choiriana - Direktur Kurir & Logistik PT Pos Indonesia

Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Ditjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sebagai Pusat Studi ASEAN dalam bidang Logistics, Supply Chain Management and E-Commerce. Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut berlangsung di Gedung Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia, Bandung, pada Jumat (24/09/2021) oleh Direktur Poltekpos Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. dan Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Sidharto Reza Suryodipuro, dengan disaksikan oleh Direktur SDM PT Pos Indonesia (Persero) Tonggo Marbun dan turut hadir adalah Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) Dr. Cahyat Rohyana, SE., MM. Selain dilaksanakan secara offline, acara juga disaksikan secara online oleh para dosen dan mahasiswa di lingkungan Poltekpos. Ikut hadir juga dalam acara tersebut para Wakil Direktur dan para Ka. Prodi di lingkungan Poltekpos.

 

Buka Pusat Studi ASEAN, Politeknik Pos Indonesia dan Kemenlu RI Teken Nota Kesepahaman 

Direktur Poltekpos Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. menyampaikan bahwa merupakan kebanggaan bagi Poltekpos yang masuk dalam jaringan 68 Perguruan Tinggi yang tergabung sebagai Pusat Studi ASEAN di seluruh Indonesia di bawah binaan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN-Kemenlu. “Kepercayaan ini merupakan tantangan bagi Poltekpos untuk dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam hal pengkajian ilmiah, pelatihan, serta publikasi dalam bidang Logistics, Supply Chain Management and E-Commerce, khususnya dalam konteks kewilayahan ASEAN,” jelas Agus Purnomo dalam kata sambutannya. Ketua YPBPI Dr. Cahyat Rohyana, SE., MM. dalam kesempatan tersebut mengapresiasi dan berterima kasih kepada Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN atas anugrah yang diberikan kepada Poltekpos sebagai Pusat Studi ASEAN. Ia berharap agar dengan amanah dan dukungan Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN-Kemelu RI, Poltekpos akan dapat lebih berkiprah lagi melaksanakan Tridharma Perguruan bagi Masyarakat Indonesia dan ASEAN.

“Selamat kepada Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) atas perolehan anugrah dari Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN – Kemelu RI sebagai Pusat Studi ASEAN. Semoga lancar dan sukses melaksanakan amanah yang membanggakan ini,”ujarnya. Sementara itu, Direktur PT Pos Indonesia, Dr. Ir. Faizal R. Djoemadi, M.Sc. yang diwakili oleh Direktur SDM menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman ini sejalan dengan harapan Menteri BUMN Erick Thohir agar PT Pos Indonesia menjadi central distribution hub di Indonesia. “Poltekpos sebagai Pusat Studi ASEAN yang berfokus pada Pilar Ekonomi bidang Logistics, Supply Chain Management, and E-Commerce dapat membantu Pos Indonesia melakukan penelitian di bidang tersebut guna mewujudkan harapan Menteri BUMN (Pemerintah RI) dan visi Pos Indonesia,” jelas Faizal.

Lebih lanjut Faizal berharap agar hasil penelitian Poltekpos bersama Pos Indonesia dapat menjadi Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (RAPID) yang dapat dimanfaatkan untuk membangun daya saing masyarakat Indonesia dan masyarakat ASEAN guna mewujudkan masyarakat ekonomi Indonesia dan ASEAN yang adil, makmur, dan sejahtera. Sejalan dengan itu, Sidharto Reza Suryodipuro meyakini bahwa kerja sama yang terjalin antara Ditjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri dengan Poltekpos akan semakin memantapkan langkah bersama dalam membangun Indonesia melalui hasil kebijakan luar negeri yang dapat langsung bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Dengan adanya Nota Kesepahaman ini, Poltekpos akan semakin dapat meningkatkan kapabilitas riset di bidang Logistics, Supply Chain Management dan E-Commerce dan dapat menjadi salah satu aktor penting yang turut membantu mempersiapkan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat ASEAN 2025. PSA Poltekpos yang berfokus pada Pilar Ekonomi bidang Logistics, Supply Chain Management, and E-Commerce diharapkan akan membawa dampak positif bagi dunia industri untuk pembangunan ekonomi bangsa Indonesia dan dapat dimanfaatkan untuk membangun daya saing masyarakat Indonesia guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera,” ungkap Sidharto.

Ia juga mengucapkan selamat atas terbentuknya Pusat Studi ASEAN di Poltekpos. Sehingga sampai dengan hari ini telah terdapat 69 (enam puluh sembilan) PSA di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. Menurutnya, pusat studi ASEAN memiliki peran penting untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam menghadapi dan memanfaatkan peluang masyarakat ASEAN. Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilanjutkan dengan kuliah perdana yang dihadiri oleh 600 mahasiswa baru Poltekpos dengan tema Logistics, Supply Chain, and E- Commerce in ASEAN. Kuliah berlangsung secara daring mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang masih terjadi. Kuliah perdana sebagai tradisi memasuki tahun akademik 2021/2022 tersebut disampaikan oleh Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Berlianto P.H. Situngkir dan Direktur Kurir & Logistik PT Pos Indonesia Siti Choiriana.

Sumber : Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Buka Pusat Studi ASEAN, Politeknik Pos Indonesia dan Kemenlu RI Teken Nota Kesepahaman, https://jabar.tribunnews.com/2021/09/24/buka-pusat-studi-asean-politeknik-pos-indonesia-dan-kemenlu-ri-teken-nota-kesepahaman.

 

Dilansir dari laman https://www.logistiknews.id/

Peningkatan kualitas dan capacity building SDM logistik nasional yang berkelanjutan dalam bidang logistik dan rantai pasok atau supply chain sangat diperlukan.

Upaya tersebut guna dapat beradaptasi terhadap perubahan industri logistik yang kini kian dinamis dan terintegrasi sangat cepat.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, dalam sambutan pembukaan Basic Logistics & Freight Forwarding Course kerjasama ALFI & ALFI Institute dengan Politeknik (Poltek) Pos Indonesia- Bandung, pada Senin (13/9/2021).

Kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) secara virtual yang diikuti oleh 277 Mahasiwa yang telah lulus program D-IV Logistik Bisnis & D-III Administrasi Bisnis tersebut dilaksanakan mulai 13 s/d 27  September 2021.

Yukki yang juga menjabat Chairman Asean Freight Forwarders Asociation (AFFA),  menyambut baik kolaborasi ALFI sebagai wadah pelaku usaha freight forwarding/logistics service providers di Indonesia dengan Politeknik Pos Indonesia Bandung.

Kolabarasi tersebut, imbuhnya, sebagai upaya untuk mempersiapakan generasi/SDM logistik Indonesia agar lebih siap masuk dalam industri logistik, berbekal pengetahuan pendidikan formal yang diperolehnya dengan melengkapi tambahan pendidikan yang berbasis industri standard Asia Pacific dalam bidang freight forwarding & logistics.

“Hal ini juga guna memperkuat eksistensi logistik Indonesia pada umumnya,” ucap Yukki.

Dia mengungkapkan, menjelang pemberlakuan ASEAN Connectivity 2025 dan internasional dalam bidang logistik, maka kesiapannya tidak hanya menyangkut aspek pergerakan barang saja, akan tetapi peran SDM mutlak diperlukan sebagai basis logsitik melalui people to people connectivity.

“Artinya SDM Indonesia atau internasional tanpa batas dapat diterima bekerja di ASEAN /Internasional dengan melengkapi capaian pendidikan yang berstandard global yang berkelanjutan. Selain itu pendidikan yang berkelanjutan ini sebagai bagian percepatan masuk industri yang semakin luas dengan pengembangan melalui inovasi dan ketrampilan serta profesionalisme serta digitalisasi guna kemajuan industri Logistik Indonesia,” papar Yukki.

Yukki mengatakan, ALFI melalui ALFI Institute yang memiliki Standard pendidikan berbasis UNESCAP, AFFA dan FIATA tentunya sangat mendorong bagi entry level untuk melengkapi ijazah pendidikan formal serta sertifikat pendamping ijazah yang dikeluarkan oleh ALFI & ALFI Institute yang berbasis kurikulum industri, agar lebih memiliki nilai tambah dan kompetensi pendidikan berstandard internasional agar lebih plug and play masuk dalam industri logistics khususnya logistics service provider/freight forwarding pada umumnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Pos Indonesia Dr. Ir. Agus Purnomo, MT menyampaikan saat ini kurikulum Politeknik Pos Indonesia sudah sesuai dengan industri guna menghadapi revolusi industri 4.0, serta aturan baru melalui kampus merdeka belajar dengan penyesuaian dan improvisasi perguruan tinggi vokasi agar lebih di terima di industri logistik.

Selain itu program internship yang didesain dengan jumlah yang lebih banyak yaitu  20 SKS, dan menghadiri Tenaga Pengajar dari industri sebagai nara sumber atau praktisi untuk meningkatkan capacity building mahasiswa dalam bidang logsitik menyangkut customs, eksport, import dan logistik dengan dukungan dosen-dosen yang berbasis industri.

“Program lainnya yaitu penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian yang terpenting serta sertifikasi yang dibutuhkan bagi industri khususnya bidang logistik yang berkelanjutan,” ujar Agus.

Dia menjelaskan, program tahun 2021 ini merupakan program ke 2 bagi Poltekpos Indonesia bekerjasama dengan ALFI & ALFI Institute yang merupakan program yang sangat penting karena ALFI sebagai asosiasi yang kredibel memiliki kurikulum berbasis Internasional standard.

“Semoga manfaat pengetahuan yang saling melengkapi yang di peroleh bagi mahasiswa dengan kolaborasi dukungan standard pendidikan berbasis internasional menjadikan SDM Politeknik Pos Indonesia menjadi lebih unggul dalam bidang logistik dan rantai pasok,” ujar Agus Purnomo.(am)

Dilansir dari laman https://www.republika.co.id/

Perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia memiliki kekuatan moral dalam mengembangkan peradaban bangsa untuk mendorong lahirnya generasi yang terampil dan mandiri. Untuk mencapai tujuan mulia itu, perguruan tinggi memiliki kekuatan untuk menggerakkan perilaku pengembangan diri setiap manusia Indonesia.

Budaya belajar sepanjang hayat (Lifelong Learning) dan berbagi ilmu sepanjang hayat berbasis  social engagement loops dapat didorong untuk mencukupi kebutuhan literasi masyarakat. Gotong royong sebagai karakter dasar bangsa Indonesia dapat dimanfaatkan untuk menyediakan sumber-sumber belajar bersama melalui kepedulian berbagi ilmu.

Selaras dengan upaya menggelorakan semangat berbagi ilmu ini, Politeknik Pos Indonesia melalui Hibah Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) tahun 2021 yang danai oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta Forum Rektor Indonesia (FRI) menyelenggarakan GNRM FEST-Pesta Budaya Berbagi Ilmu.

photo

Dari kiri ke kanan: Dr Ir Agus Purnomo, MT selaku penanggung jawab, M Yusril Helmi Setyawan, SKom, M.kom selaku ketua tim, Dr Prety Diawati S Sos, MM selaku wakil ketua tim, dan anggota Roni Andarsyah ST M Kom dan M Harry K Saputra ST M TI. - (Istimewa).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyerukan  gagasan dan mengajak seluruh masyarakat, untuk secara bersama-sama membangun sebuah jejaring informasi yang menghimpun sumber-sumber belajar. Sebagai kegiatan awal, pada Sabtu 28 Agustus 2021, Politeknik Pos Indonesia menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD), untuk menyosialisasikan rencana GNRM FEST-Pesta Budaya Berbagi Ilmu, sekaligus menjaring informasi terkini terkait pembelajaran di masa pandemi.
 
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sekolah menengah yaitu SMKN 1 Padaherang Kabupaten Pangandaran, SMAN 5 Tasikmalaya, SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, SMK Negeri 11 Bandung, SMAN 1 Ciamis, SMKN 1 Kota Bekasi, SMK Negeri 1 Tanjungpinang, SMKN 2 Sumedang, SMAN 15 Bandung, SMK Negeri 3 Bandung, SMAN 2 Tasikmalaya, SMK Logistik Sumedang, SMAN 1 Banjarsari, juga dihadiri oleh perwakilan akademisi Politeknik Pos Indonesia.
 
Hasil dari FGD ini selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai referensi materi-materi yang akan disajikan dalam workshop berupa webinar series.

Bertepatan dengan tanggal berdirinya Google, pada Sabtu 4 September 2021 acara pembukaan GNRM FEST – Pesta Budaya Berbagi Ilmu ini dilaksanakan. Alasan pemilihan tanggal ini adalah untuk mengajak dan berkaca pada kiprah Google, mesin pencari pengetahuan yang telah mengubah peradaban dunia.

 

Dari sini diharapkan, kelahiran Google dapat menginspirasi gerakan berbagi ilmu masyarakat Indonesia untuk membangun peradaban belajar dan cara belajar berbasis crowdsourcing melalui upaya membangun jejaring sumber belajar berbasis internet.

Dalam acara pembukaan yang diselenggarakan secara daring ini, Direktur Politeknik Pos Indonesia, Dr. Ir. Agus Purnomo, MT. mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepeduliannya terhadap isu learning loss yang dihadapi oleh para siswa di masa pandemic ini yaitu salah satunya menyediakan platform terpadu dan terpandu untuk melengkapi kebutuhan pengetahuan mereka.

“Banyak bertebaran fitur-fitur internet yang berisi pengetahuan namun perlu dipandu agar tidak kontra produktif ” imbuhnya. Dan disela-sela sambutannya, Agus Purnomo, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang telah berpartisipasi dan juga ucapan selamat kepeda tim GNRM Politeknik Pos Indonesia atas raihan hibah GNRM tahun 2021 dan ini merupakan raihan kali ke-dua dimana tahun 2020 yang lalu Politeknik Pos Indonesia juga mendapatkan hibah yang sama.

Sementara itu, Ketua Tim GNRM Politeknik Pos Indonesia sekaligus ketua penyelenggara GNRM FEST, M. Yusril Helmi Setyawan, S.Kom., M.Kom., dalam paparan pendahuluannya, mengungkapkan pentingnya menyatukan sumber-sumber belajar ini dalam satu wadah terintegrasi, untuk mengurangi proses routing siswa atau pembelajar dalam  menemukan materi-materi belajar secara mudah dan tepat.

Dengan cara ini, resiko efek pandora dan pemborosan kuota internet akan terkurangi karena mekanisme pencariannya terpandu dan peluangnya untuk diterapkan pada jaringan local sangat memungkinkan. Diakhir paparannya, Yusril mengajak semua hadirin untuk bersama-sama menggelorakan semangat berbagi ilmu untuk Indonesia yang lebih baik.

Acara ini dihadiri tak kurang dari 91 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari para siswa, guru, perwakilan perusahaan. Di antaranya PT Pundi Mas Nusantara dan PT Pos Indonesia, juga para akademisi selain dari institusi Politeknik Pos Indonesia, ada juga dari luar institusi.

Misalnya Poltekkes Kemenkes Semarang, Universitas Negeri Medan, Universitas Tanjungpura dan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta. Peserta dari sekolah menengah diantaranya SMAN 5 Tasikmalaya, SMAN 12 Garut, SMAN 1 Bandung, SMAN 1 Kalisat, SMAN 1 Kerambitan, SMA Bina Muda Cicalengka, SMAN 1 Parakansalak, SMK IT Ciber Global Orenz Bogor, SMAN 4 Garut dan SMAN 1 Subang.

Sesi workshop pertama yang dimoderatori oleh Dr. Prety Diawati, MM. ini menghadirkan narasumber dari PT. Pos Indonesia (Persero), Bismo Ariobowo, Manajer Public Relations. Dalam paparannya, Bismo berbagi pengalaman tentang crowdsourcing dan budaya berbagi dalam perspektif transformasi budaya akhlak di lingkungan PT. Pos Indonesia.

Akhlak sebagai core value dari bangunan budaya perusahaan ditanamkan untuk mendukung transformasi. Akhlak yang berarti Amanah (memegang teguh kepercayaan yang diberikan), Kompeten (terus belajar dan mengembangkan kapabilitas), Harmonis (saling peduli dan menghargai perbedaan), Loyal (berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara), Adaptif (terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan) dan Kolaborasi (membangun budaya kerjasama yang sinergis).

Selanjutnya di workshop kedua, pembahasan materi dilanjutkan dengan pengenalan Digital Literature Crowdsourcing Platform oleh narasumber kedua yaitu, Harry K. Saputra, ST., M.TI., seorang relawan TIK dan dosen Politeknik Pos Indonesia.  Dalam kesempatan ini, Harry memperkenalkan portal berbagi-ilmu.id. Yaitu portal berbagi informasi berbasis knowledge based management system yang dapat dimanfaatkan secara gratis untuk menghimpun sumber belajar bersama.

Antusiasme peserta nampak saat sesi tanya jawab berlangsung hingga pembagian doorprize di akhir acara, beberapa peserta salah satunya dari kalangan guru saat diwawancarai mengungkapkan dukungannya atas implementasi digital literature crowdsourcing ini.

“Dengan berbagi ilmu maka berarti berbagi sumber daya juga, dan ini akan bermanfaat bagi sekolah yang kekurangan sumber daya” Jelas Ira, perwakilan SMKN 1 Pangkalpinang.

Sebagai informasi, GNRM FEST – Pesta Budaya Berbagi Ilmu ini digelar mulai 4 september hingga 8 Oktober 2021 meliputi berbagai workshop daring, grup-grup diskusi dan pendampingan serta kompetisi kreasi konten. Untuk info lengkap dapat mengunjungi laman https:revolusimental.poltekpos.ac.id.

Assalamualaikum para generasi muda!!

Bagaimana kabar nya?

Gimana nihh udah selsai ikutan Webinar Digital Part 1 "Peran Teknologi Digital Dalam Pandemi dan Perubahan Budaya Kerja" yang dihadiri oleh bapak Dr. Cahyat Rohyana., SE.,MM selaku Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia, bapak Dr. Ir. Agus Purnomo.,M.T selaku Direktur Politeknik Pos Indonesia, bapak Iwan Setiawan, S.T., MT. selaku manager dkm, dan akreditasi, bapak M. Yusril Helmi Setyawan, S.Kom., M.Kom. selaku Ketua prodi D4 Teknik Informatika, Bapak ibu pimpinan manajemen politeknik pos Indonesia, bapak ibu dosen yang mohon maaf tidak bisa saya sebutkan satu persatu dan Para narasumber webinar dan narasumber workshop Bapak Docter. Dicky Budiman, M.Sc.PH., PhD, Ibu Ernawanti, MBA,

apresiasi dari peserta : Kementrian Lembaga tinggi negara, Perguruan tinggi negeri dan swasta dalam negeri, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Telkom, dan lain sebagainnya, Perguruan tinggi negeri dan swasta luar negeri, University Putra Malaysia

Perusahaan bumn dan swasta, PT. Dirgantara Indonesia, Pt. Pos Indonesia, adik-adik SMA Serta teman2 politeknik pos Indonesia, khususnya mahasiswa prodi D3 dan D4 teknik informatika yang mengikuti kegiatan LKMM morris bootcamp.

Dimulai lah acara dengan penyambutan dari beberapa petinggi dan pemaparan dari Keynite Speraker  yang pertama dibawakan oleh Bapak Dr.Cahyat Rohyana, SE., MM. selaku Ketua Yayasan Pendidikan Bakti Pos Indonesia dengan judul Membangun keunggulan di masa depan

 

Banyak teknologi yang dapat membangun masa depan contohnya saja saat ini tidak lepas dari teknologi digital, Salah satunya dengan adanya aplikasi zoom mendekatkan yang jauh walaupun secara virtual

Selanjutnya Pemaparan dari Keynote Speaker kedua dari bapak Dr. Ir. Agus Purnomo.,M.T, selaku Direktur Politeknik Pos Indonesia dengan judul Peran Teknologi Digital Pada Pembelajaran Di Poltekpos Dimasa Pandemi Covid-19

 

 

Teknologi yang di gunakan adalah Chat Boot Iteung pada Whatsapp Grup (WAG), SIAP, E-Learning sebagai tempat pengumpulah tugas mahasiswa.

Yang ditunggu-tunggu adalah pemaparan Narasumber yang pertama yaitu Bapak Dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH, PhD(Cand.) dari Griffith University Australia

 

 

 

Dengan judul Peran Teknologi Di era Pandemi. Adanya wabah ini Kota  akan menjadi seperti kota mati kalo diterap kan psbb, karna masyarakat itu harus di dukung. Contoh nya banyak orang-orang  yang di PHK, dan itu berpengaruh pada keluarga, dan anak anak nya. Maka dari itu pemerintah harus mengsupport. Artinya pemerintah harus mempersiapkan langkah selanjutnya. Perkiraan pandemi ini 3/4 tahun, dan paling cepet sampai tahun depan jika tidak ada varian baru yang lebih ganas. Pada Januari awal diluar negeri pada negara Wuhan, itu setiap orang yang turun dari pesawat itu di periksa, padahal itu belom di tetapkan adanya covid. Dan itu adalah langkah awal yang sangat bagus, dan mereka sudah ada antisivasi sejak awal.  Dan disini setelah lockdown yang kedua kasus nya hanya 1. Dari kasus dikembang" kan semua jadi 19 ribu. Dan itu sangat kecil sekali ada orang yang luput. Dan ini menjadi hal sulit untuk di pecah kan, akan tetapi bukan tidak bisa di pecah kan, namun sedikit lebih sulit untuk di pecah kan jika kondisinya seperti ini terus

Selanjutnya nih pemaparan dari narasumber kedua ibu Ernawanti , MBA selaku operation senior manager business compliance & support PT. Telkom Indonesia dengan judul peran digital di era pandemi.

 

Saat ini perubahan perilaku masyarakat sangat berbeda dari sebelum adanya wabah ini yang tadinya mereka tidak sering menggunakan teknologi sekarang mereka mulai mencoba hal-hal baru yang ada di teknologi ini. Dalam dunia pekerjaan pun dapat meningkatkan focus kerja, misalnya bekerja diluar ruangan kantor dapat mengurangi gangguan dari lingkungan kerja yang sibuk sehingga meningkatkan konsentrasi karyawan.

Acara ini diakhiri dengan foto Bersama dengan para Keynote Speaker dan narasumber

 

 

Nah lanjutt lagi di Part II Virus Cinta Ateung Minta Jodoh Dengan Iteung

 

 

 

Setelah ada iteung sang pengabsen mahasiswa Politeknik Pos Indonesia sekarang ada si Ateung pengabsen di dunia pekerjaan. Teung gak ilang-ilang yah selalu menghantui pengabsensan, nah ini dia salah satu inovasi dari mahasiswa politeknikpos Indonesia yang Saat di butuhkan masa pandemic ini, inovasi seperti ini dapat mempermudah pengabsenan mahasiswa tanpa mengecek satu-persatu mahasiswa yang hadir.

 

Perkembangan absen perabsenan dapat dikembangkan secara luas, Adapun teknologi yang digunakan yaitu:

 

 

Gimana nihh banyak banget pelajaran yang kita dapatkan, saat pandemic ini banyak sekali inovasi-inovasi baru, dengan mendekatkan yang jauh karena tidak dapat bertatap muka langsung ya kan. Semoga kita dapat memberikan inovasi-inovasi baru sebagai para penerus bangsa ini.

 

Halaman 1 dari 3

TENTANG POLTEKPOS

Politeknik Pos Indonesia memiliki visi menjadi perguruan tinggi vokasi yang unggul secara Nasional dalam bidang Logistik dan Manajemen Rantai Pasok

KONTAK

Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (​YPBPI)

Jalan Sariasih No. 54 Sarijadi Bandung 40151

Jawa Barat Indonesia

Contact Number  :  Sekretariat  +62 22 200 9562 Ext. 124
     HUMAS  +62 813 1234 0362
     PMB  +62 813 1111 0194
Email  :  Sekretariat  info@poltekpos.ac.id
     HUMAS  humas@poltekpos.ac.id

 

Copyright © 2019 Politeknik Pos Indonesia. All Rights Reserved.

Search