Kemahasiswaan

Mahasiswa Politeknik adalah mahasiswa yang berlandaskan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dituntut untuk siap menghadapi era persaingan global yang mengedepankan pentingnya IPTEK, manajemen organisasi, komunikasi dan motivasi. Dalam komunitas yang luas, mahasiswa merupakan bagian dari persiapan sumber daya yang handal dan merupakan tenaga yang potensial untuk mempersiapkan tunas bangsa dan sebagai pemimpin di masa depan.

Keberhasilan sebuah organisasi, lebih banyak ditentukan oleh keberhasilan manajemen organisasi, kredibilitas kepengurusan dan kreativitas kegiatan yang dimilikinya. Oleh karena itu, sangatlah perlu untuk menyamakan persepsi dan tindakan tentang organisasi kemahasiswaan yang ada, penyamaan pola pikir atau persepsi ini dimulai dari pimpinan, pembina, pengurus organisasi dan unsur pendukung lainnya di bagian kemahasiswaan Politeknik Pos Indonesia.

Kegiatan Kemahasiswaan

Kegiatan kemahasiswaan terbagi atas 2 (dua) macam, yakni :

a.        Kegiatan Kurikuler        

Kegiatan yang dilakukan di dalam proses belajar-mengajar, baik di dalam maupun di luar kampus.

b.        Kegiatan Ekstra Kurikuler

Kegiatan  yang dilakukan di luar kegiatan akademik yang meliputi pengembangan penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa, pengabdian masyarakat, pengembangan organisasi kemahasiswaan, yang dapat dilakukan di dalam maupun di luar kampus perguruan tinggi.

Dalam batasan ini termasuk pula kegiatan ekstra kurikuler yang secara langsung menunjang kegiatan kurikuler (yang masa lalu sering disebut sebagai kegiatan ko-kurikuler) namun tidak dimaksudkan untuk memperoleh SKS (Satuan Kredit Semester).

b.1. Penalaran Keilmuan

Kebutuhan pokok untuk pengembangan penalaran dan keilmuan merupakan hal yang harus dipenuhi sebagai seorang mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Pemenuhan kebutuhan ini dapat dilakukan melalui kegiatan kurikuler seperti dalam perkuliahan dan pelatihan, yang diikuti dengan kegiatan penalaran dan keilmuan ekstra kurikuler seperti forum akademik berupa stadium general. Symposium, seminar, lomba karya ilmiah, latihan dasar kepemimpinan, dsb.

b.2. Minat dan Kegemaran

Kebutuhan pokok pengembangan minat dan kegemaran baik dalam rangka peningkatan keterampilan, peningkatan apresiasi, dan peningkatan kesegaran jasmani yang dapat dipenuhi melalui kegiatan olah raga, kesenian pers kampus dan pecinta alam.

b.3. Kesejahteraan Mahasiswa

Kebutuhan pokok untuk memenuhi kesejahteraan jasmani dan rohani mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan hasil yang bermutu dan dalam jangka waktu yang tepat, diantaranya dengan pemberian beasiswa, wirausaha, koperasi, kegiatan rohani, dsb.

b.4. Bakti Sosial

Dalam rangka pengembangan dan aktualisasi diri, mahasiswa juga perlu melaksanakan bakti sosial/ pengabdian kepada masyarakat serta menyalurkan aspirasi antara lain melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa, penyuluhan, dsb.

Organisasi Kemahasiswaan

Organisasi Kemahasiswaan Politeknik merupakan wahana pengembangan diri mahasiswa yang diharapkan dapat menampung kebutuhan, menyalurkan minat dan kegemaran, meningkatkan kesejahteraan dan sekaligus menjadi wadah kegiatan peningkatan penalaran dan keilmuan serta arah profesi mahasiswa. Mengingat pula mahasiswa merupakan bagian dari civitas akademika Politeknik Pos Indonesia.

Gambar Struktur Organisasi Kemahasiswaan Politeknik Pos Indonesia

Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)

  1. MPM berkedudukan sebagai lembaga kemahasiswaan tertinggi di Politeknik Pos Indonesia, serta sebagai pelaksana fungsi legislatif dan yudikatif.
  2. Anggota MPM terdiri dari wakil dari jurusan/ Program khusus yang dipilih secara proporsional langsung.
  3. Struktur Organisasi MPM sekurang – kurangnya adalah sebagai berikut :
    • Pimpinan terdiri dari Ketua Umum dan Sekretaris Umum
    • Koordinator Komisi
    • Anggota – anggota Komisi
  4. Masa bakti kepengurusan MPM adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak pelantikan yaitu Januari – Desember.
  5. Anggota MPM dapat diberhentikan karena :
    • Meninggal Dunia
    • Drop Out
    • Atas permintaan sendiri secara tertulis kepada Ketua MPM
    • Atas permintaan sendiri secara tertulis kepada Ketua MPM
    • Melanggar ketentuan Organisasi
    • Di – recall oleh mahasiswa
  6. Anggota MPM dapat diberhentikan karena :
    • Seorang anggota MPM yang terpilih berdasarkan mekanisme yang ditentukan oleh MPM dapat diberikan mosi tidak percaya yang diajukan oleh sekurang – kurangnya 100 mahasiswa Politeknik Pos Indonesia yang dibuktikan dengan tanda tangan mahasiswa dan fotocopy kartu mahasiswa (KTM).
    • Anggota MPM yang diberikan mosi tidak percaya dapat melakukan pembelaan dalam sidang pleno MPM.
    • Apabila mosi tidak percaya diterima, maka anggota MPM tersebut di – recall.
  7. Setiap anggota MPM tidak diperkenankan untuk merangkap jabatan dengan menjadi anggota dan atau kepengurusan BEM, HMJ, UKM serta menjadi panitia kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM, UKM dan HMJ.
  8. Wewenang MPM tercakup dalam beberapa jenis sidang, yaitu sebagai berikut :
  • Sidang Istimewa, memiliki kewenangan :
    • Meminta pertanggungjawaban Presiden Mahasiswa bila terjadi penyimpangan AD/ART yang telah diketahui dan disahkan oleh pimpinan Politeknik Pos Indonesia dan ketetapan dari MPM Politeknik Pos Indonesia.
    • Memfasilitasi pencabutan mandat Presiden Mahasiswa oleh mahasiswa.
    • Mengangkat pejabat sementara Presiden Mahasiswa.
    • Diadakan sewaktu – waktu bila dianggap perlu (Peserta Sidang Istimewa adalah anggota MPM dan BEM sebagai undangan wajib yang memiliki hak bicara tanpa hak suara).
  • Sidang Umum, memiliki kewenangan :
    • Mengamandemen AD/ART.
    • Meminta pertanggungjawaban Ketua BEM, HMJ pada akhir masa jabatan.
    • Diadakan sekurang – kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun (Peserta Sidang Umum adalah anggota MPM dan anggota BEM sebagai undangan wajib dengan memiliki hak bicara dan tidak memiliki hak suara).
  • Sidang Pleno, memiliki kewenangan :
    • Menetapkan peraturan yang tidak termasuk pada kewenangan Sidang Istimewa dan Sidang Umum.
    • Diadakan sekurang – kurangnya 3 (tiga) bulan sekali.
  • Sidang Komisi, memiliki kewenangan :
    • Menetapkan selain ketentuan – ketentuan peraturan SI dan SU dan sidang pleno sesuai dengan bidang kerjanya.
    • Dilakukan sekurang – kurangnya sebulan sekali.
  1. MPM memiliki komisi – komisi :
    • Komisi A, menangani bidang agama dan sosial.
    • Komisi B, menangani bidang politik dan kedisiplinan.
    • Komisi C, menangani bidang pendidikan dan organisasi.
    • Komisi D, menangani bidang kemahasiswaan.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

  1. BEM adalah Badan Eksekutif tertinggi di Politeknik Pos Indonesia.
  2. Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden dipilih melalui Pemilihan Raya (PEMIRA) oleh seluruh mahasiswa Politeknik Pos Indonesia secara luber (langsung, umum, bebas dan rahasia), dan jurdil (jujur dan adil), pemilihan baru dapat dilaksanakan bila terdapat dua orang calon atau lebih.
  3. Masa bakti BEM adalah 1 (satu) tahun sejak dilantik oleh MPM yaitu Januari – Desember dan Presiden Mahasiswa tidak dapat dipilih kembali.
  4. Pencabutan mandat Presiden Mahasiswa terjadi apabila Presiden Mahasiswa mendapatkan mosi tidak percaya dari mahasiswa dikarenakan melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik Kemahasiswaan.
  5. Struktur Kepengurusan BEM sekurang – kurangnya terdiri dari :
    • Presiden Mahasiswa
    • Wakil Presiden Mahasiswa
    • Sekretaris Umum
    • Bendahara Umum
    • Menteri – Menteri Koordinasi
    • Menteri – Menteri Bidang
    • Staf – Staf Kementerian
  6. BEM mempunyai kewajiban :
    • Melaksanakan dan menaati hasil sidang MPM Politeknik Pos Indonesia.
    • Meminta pengesahan kepada MPM atas susunan pengurus, program kerja dan anggaran BEM Politeknik Pos Indonesia yang akan dijalankan selama masa jabatannya.
    • Memberikan laporan secara lisan dan tulisan kepada MPM Politeknik Pos Indonesia atas pelaksanaan program kerja dan kebijakan BEM Politeknik Pos Indonesia setiap tiga bulan sekali (TRIWULAN).
    • Melakukan komando dengan UKM dan komando koordinatif dengan HMJ yang ada.
  7. BEM mempunyai hak :
    • Membentuk panitia – panitia yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas – tugas yang diberikan.
    • Meminta dan menerima laporan pertanggungjawaban dari panitia yang telah melaksanakan tugas – tugas yang diberikan.
    • Mengusut dan memeriksa penyelewengan yang dilakukan oleh pengurus BEM Politeknik Pos Indonesia dan panitia – panitia yang dibentuk.
    • Memberikan penghargaan kepada para anggota / mahasiswa yang berjasa.
    • Mengajukan berbagai usulan kepada MPM.
  8. Rapat – rapat BEM :
    • Rapat Pengurus Terbatas adalah rapat yang dilaksanakan dan diadakan secara berkala.
    • Rapat Kerja adalah rapat Kepengurusan BEM Politeknik Pos Indonesia yang merancang program kerja dan anggaran belanja.
    • Rapat Terbatas yang berhubungan dengan bidang – bidangnya.
    • Rapat Laporan.
  9. Diharapkan untuk tidak melaksanakan kegiatan yang serupa dengan kegiatan HMJ.
  10. Menyeleksi setiap kegiatan UKM agar tidak berbenturan dan tidak diduplikasi dengan organisasi lainnya.
  11. Membuat laporan pertanggungjawaban secara tertulis di setiap akhir kegiatan dan akhir masa jabatan kepengurusan BEM kepada MPM.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

  1. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah wadah kegiatan dan kreasi mahasiswa dalam satu bidang peminatan di Politeknik Pos Indonesia.
  2. UKM berkedudukan dibawah pengawasan lembaga yudikatif dan lembaga legislatif ditingkat Politeknik Pos Indonesia yaitu MPM.
  3. UKM berkedudukan di bawah pengawasan dan garis komando BEM dan bertanggungjawab langsung kepada Ketua Bidang BEM.
  4. UKM berkedudukan sebagai lembaga kemahasiswaan pelaksana kegiatan – kegiatan mahasiswa ditingkat Politeknik Pos Indonesia sesuai dengan bidang minat dan bakat.
  5. Masa bakti kepengurusan UKM adalah selama 1 (satu) tahun sejak dilantik yaitu Januari – Desember.
  6. Menaati ketetapan MPM dan BEM.
  7. Pengesahan dan pengukuhan UKM dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Politeknik Pos Indonesia melalui mekanisme sidang pleno.
  8. Menaati Tata Tertib UKM yang berlaku.
  9. Memenuhi undangan dari MPM atau BEM.
  10. Mengadakan kegiatan harus sesuai dengan Visi dan Misi UKM tersebut.
  11. Menyusun dan menjalankan program kerja.
  12. Melaksanakan kegiatan hendaknya sesuai dengan program kerja yang telah disusun serta diketahui BEM dan MPM dan disetujui Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik Pos Indonesia.
  13. Diharapkan untuk tidak melaksanakan kegiatan yang serupa dengan kegiatan UKM/Organisasi Kemahasiswaan yang lain.
  14. Diperbolehkan bekerja sama dengan lembaga formal kemahasiswaan Politeknik Pos Indonesia lainnya dalam melaksanakan suatu kegiatan.
  15. Melaporkan kegiatan yang akan dilaksanakan kepada MPM secara tertulis dalam bentuk proposal dengan persetujuan BEM.
  16. Membuat laporan pertanggung jawaban secara tertulis di setiap akhir kegiatan dan di akhir masa jabatan Kepengurusan UKM kepada MPM dan BEM.

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)

  1. Himpunan Mahasiswa Jurusan atau HMJ adalah Badan Eksekutif tingkat jurusan di lingkungan Politeknik Pos Indonesia.
  2. Setiap jurusan hanya memiliki satu Himpunan Mahasiswa Jurusan.
  3. Pencalonan dan pemilihan Ketua HMJ dilakukan secara langsung dan mekanismenya diserahkan kepada masing – masing jurusan yang telah dikoordinasikan sebelumnya kepada MPM.
  4. Formasi kepengurusan HMJ disesuaikan dengan kondisi masing – masing jurusan.
  5. Masa bakti kepengurusan HMJ adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak dilantik oleh MPM yaitu Januari – Desember dan Ketua HMJ tidak dapat dipilih kembali.
  6. Diwajibkan melaksanakan dan menaati hasil-hasil sidang MPM.
  7. Melakukan koordinasi kepada BEM.
  8. Membentuk kepanitiaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu.
  9. Melaksanakan kegiatan yang bersifat penalaran dan keilmuan yang sesuai dengan program kerja yang disusun dengan persetujuan Ketua Jurusan masing-masin
  10. Setiap kegiatan yang beruang lingkup internal dan eksternal jurusan harus dengan persetujuan secara tertulis Ketua Jurusan dan Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan (PUDIR III).
  11. Setiap kegiatan yang berskala Politeknik Pos Indonesia harus seizin dan sepengetahuan secara tertulis oleh Ketua Jurusan dan Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan (PUDIR III).
  12. Diharapkan untuk tidak melaksanakan kegiatan yang serupa dengan kegiatan UKM/Organisasi kemahasiswaan yang lain kecuali dalam lingkup jurusan masing – masing.
  13. Mengusut dan memeriksa dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh para pengurus HMJ dan panitia – panitia yang dibentuk.
  14. Diperbolehkan bekerja sama dengan lembaga formal kemahasiswaan lainnya dalam melaksanakan suatu kegiatan.
  15. Diwajibkan memberikan laporan secara lisan dan tulisan kepada MPM atas pelaksanaan program kerja dan kebijakan HMJ setiap 4 (empat) bulan sekali.
  16. Meminta dan menerima laporan pertanggungjawaban dari kepanitiaan yang telah melaksanakan tugas – tugas yang diberikan.
  17. Membuat laporan pertanggungjawaban kepengurusan kepada MPM.

Kelompok Studi Mahasiswa (KSM)

  1. Membuat program kerja KSM yang bersifat penalaran dan pengembangan keilmuan.
  2. Menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan oleh HMJ.
  3. Melakukan koordinasi dengan HMJ jurusan lainnya atas program kerja yang mungkin akan bersamaan waktu pelaksanaannya.
  4. Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan kepada HMJ.
  5. Meminta persetujuan atas pelaksanaan kegiatan kepada HMJ dan Jurusan.

BEASISWA

a.    Jenis Beasiswa

  1. Beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi secara akademik (PPA)
  2. Beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi (BBM)
  3. Beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi dibidang ekstrakulikuler (PPE)

b.   Sumber Beasiswa

  1. Pemerintah melalui Diknas/Kopertis wilayah IV
  2. Swasta/Industri/Yayasan

c.    Penerima Beasiswa

  • Persyaratan Umum
    • Mahasiswa calon penerima beasiswa :
      • Minimal duduk pada semester 2 dan paling tinggi duduk pada semester 6 untuk prodi D-III dan paling tinggi duduk pada semester 8 untuk prodi D-IV
      • Melampirkan fotocopy KTM
      • Melampirkan fotocopy listrik bulan terakhir dan bukti pembayaran PBB
      • Fotocopy Kartu Keluarga
      • Surat keterangan berkelakuan baik dari BAAK.
  • Persyaratan Khusus
    • Calon penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA)
      • Fotocopy Kartu Hasil Studi (KHS) nilai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 disahkan oleh Pembantu Direktur I.
      • Surat keterangan penghasilan orang tua dari yang berwenang (PNS/BUMN/Swasta dari atasan/bendaharawan, wiraswasta dari kelurahan setempat).
    • Calon penerima beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM)
      • Fotocopy Kartu Hasil Studi (KHS) nilai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,50 disahkan oleh Pembantu Direktur I.
      • Surat keterangan tidak mampu dari lurah atau kepala desa.
    • Calon penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Ekstrakulikuler (PPE)
      • Fotocopy Kartu Hasil Studi (KHS) nilai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,50 disahkan oleh Pembantu Direktur I.
      • Surat keterangan penghasilan orang tua dari yang berwenang (PNS/BUMN/Swasta dari atasan/bendaharawan, wiraswasta dari kelurahan setempat).
      • Mempunyai fotocopy sertifikat/piagam/bukti prestasi lainnya (pertandingan/perlombaan) atau pernah menjabat pimpinan organisasi yang disahkan oleh pejabat berwenang.
  • Kriteria lain penentuan penerimaan beasiswa tertera pada lampiran.
  • Ketentuan lain sesuai dengan kriteria yang diberikan donator.

d. Prosedur Penerimaan Beasiswa

  1. PUDIR III menerima informasi beasiswa dari instansi pemerintah/swasta/institusi.
  2. Informasi beasiswa disampaikan kepada ketua jurusan dan diumumkan kepada para mahasiswa.
  3. Mahasiswa mengajukan permohonan dengan mengisi formulir yang telah disediakan beserta persyaratannya kepada PUDIR III.
  4. Berkas yang memenuhi persyaratan akan diproses oleh PUDIR III.
  5. Penetapan penerima beasiswa ditetapkan melalui RAPIM dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur.
  6. PUDIR III selanjutnya menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang berkaitan dengan mahasiswa yang bersangkutan.
  7. Beasiswa diserahkan kepada mahasiswa yang berhak dengan menandatangani bukti penerimaan, selanjutnya bukti tersebut diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.